Posted by: Holdani R. | April 25, 2013

Pembabakan Filsafat

Pembabakan ini gue buat untuk tugas Filsafat Komunikasi gue, ya gue harep sih ada yang baca, tapi jangan copas juga hahaha. Gue sih nyantumin daftar pustaka gue sama referensi yang gue pake.

Oke, inilah pembabakannya. . .

Pra Plato

Pengetahuan mengenai filsafat mulai muncul setelah abad ke-6 Sebelum Masehi (SM) di Yunani. Para ahli pikir pada zaman ini menginginkan pertanyaan mereka mengenai misteri alam semesta ini jawabannya dapat diterima oleh akal. Keadaan ini disebut sebagai demitologi yang berarti kebangkitan pemikiran untuk menggunakan akal-pikir dan meninggalkan hal-hal yang sifatnya mitologi.

Sebelum masa Plato dan kaum Sofis, dikenal dengan masa Yunani Kuno. Periode Yunani kuno ini sering disebut periode filsafat alam, karena pada periode ini ditandai dengan banyak pemikir alam, dimana arah dan perhatian pemikirannya kepada apa yang diamati di sekitarnya. Ahli pikir yang pertama kali muncul adalah Thales (625-545 SM). Thales adalah salah satu dari tujuh orang bijaksana (Seven Wise Men of Greece). Thales mengembangkan filsafat alam mengenai kosmologi yang mempertanyakan asal mula, sifat dasar, dan struktur komposisi alam semesta yang menurutnya berasal dari air.

Setelah Thales, ada Anaximandros (640-546 SM). Dia adalah orang yang berjasa dalam bidang astronomi dan geografi. Dia adalah orang yang pertama kali membuat peta bumi. Dalam memberikan pendapat atau pemikirannya tentang asas pertama alam semesta (arche) ia tidak menuju pada salah satu unsur yang diamati oleh indra, tetapi ia menunjuk dan memilih pada sesuatu yang tidak dapat diamati oleh indra. Hal itu adalah to apeiron (yang tak terbatas).

Phytagoras (572-497 SM) mengatakan bahwa substansi dari semua benda adalah bilangan, dan gejala alam merupakan indrawi dari perbandingan-perbandingan matematis. Menurutnya bilangan merupakan inti sari dan dasar pokok dari sifat-sifat benda (number rules the universe). Selain itu dia juga terkenal sebagai ahli matematika, ia terkenala dengan dalilnya mengenai sisi miring segitiga siku-siku, yaitu (a2 + b2 = c2).

Berikutnya ada Xenophanes (570-? SM). Dia lebih tepat dikatakan sebagai penyair daripada ahli pikir, hanya karena ia mempunyai daya nalar yang kritis dan mempelajari filsafat-filsafat pada saat itu. Ia memiliki beberapa pemikiran yang membantah hal-hal mengenai tuhan. Kemudian ada Heraclitos (535-475 SM) yang memiliki pemikiran bahwa segala yang ada selalu berubah dan sedang menjadi, dia percaya bahwa arche adalah api. Ia menganggap api sebagai lambang perubahan dan kesatuan.

Tahun 540-475 SM adalah tahun dimana Parmenides muncul sebagai pemikir. Karya-karyanya banyak yang berbentuk puisi. Pemikirannya adalah mengenai yang ada (being). Menurutnya being tidak dapat hilang menjadi tidak ada, dan yang tidak ada tidak dapat muncul menjadi ada. Murid dari Parmenides adalah Zeno (490-430 SM). Ia dengan gigihnya mempertahankan ajaran gurunya dengan cara memberikan argumentasi secara baik. Dikemudian hari ia dianggap sebagai peletak dasar dialektika.

Pemikir lain yang setuju dengan pendapat Parmenides adalah Empedocles (490-435 SM). Ia sependapat bahwa alam semesta di dalamnya tidak ada hal yang dilahirkan secara baru dan tidak ada hal yang hilang. Menurutnya realitas tersusun oleh empat unsur, yaitu api, udara, tanah, dan air. Kemudian empat unsur digabungkan dengan unsur yang berlawanan sehingga penggabungan dari unsur-unsur yang berlawanan tersebut akan menghasilkan suatu benda dengan kekuatan yang sama, tidak berubah, walaupun dengan komposisi yang berbeda.

Berikutnya adalah Anaxagoras (499-420 SM). Ia memiliki pendapat bahwa matahari adalah batu berpijar dan bulan adalah tanah, bukan dewa seperti apa yang menjadi kepercayaan masyarakat pada saat itu. Ia memiliki pemikiran bahwa realitas bukanlah satu, tapi terdiri dari banyak unsur dan tidak dapat dibagi-bagi.

Democritos (460-370 SM) dipandang sebagai seorang sarjana yang menguasai banyak bidang. Pemikirannya adalah bahwa realitas bukanlah satu, tetapi terdiri dari banyak unsur dan jumlahnya tidak terhingga.

Setelah zaman Yunani Kuno, dikenal dengan masa Yunani Klasik dimana kaum pemikir pada masa ini arah pemikirannya adalah kepada manusia. Pemikiran yang mengawali masa yunani klasik ini adalah Sofisme. Penamaan sofisme ini berasal dari kata sophos yang berarti cerdik pandai.

Sofisme bukanlah suatu aliran atau ajaran, tetapi lebih merupakan suatu gerakan dalam bidang intelektual yang disebabkan oleh pengaruh kepesatan minat orang terhadap filsafat. Dikenal dengan sebutan kaum Sofis.

Berikutnya ada Gorgias (480-380 SM). Dia terkenenal karena ajarannya dalam bidang retorika atau seni pidato dan dia memang pandai dalam berdebat. Menurutnya, yang penting adalah bagaimana pedapat meyakinkan orang lain agar menerima pendapat kita. Salah satu pemikirannya adalah seandainya sesuatu itu ada, dia tidak dikenal. Seandainya dikenal, dia tidak dapat disampaikan pada orang lain

Socrates (469-399) tidak suka dengan urusan politik, ia lebih senang memusatkan perhatiannya kepada filsafat. Seperti halnya kaum sofis, Socrates mengerahkan perhatiannya kepada manusia sebagai objek pemikiran filsaafatnya, namun ia tidak memungut bayaran seperti kaum sofis. Sokrates hidup sejaman dengan Zeno, Empedokles, Anaxagoras filsof dari era Sofis

 

Plato (427-347 SM) adalah murid dari Socrates. Ia membuat banyak tulisan-tulisan mengenai gurunya dalam bentuk dialog-dialog. Ia mendirikan sekolah Akademia. Sebagai seorang pemikir ia mencoba menyelesaikan permasalahan lama, antara ajaran Heracleitos atau ajaran Parmenides. Salah satu pemikirannya adalah mengenai dunia Ide dan dunia Pengalaman.

Plato lahir di Athena. Beberapa karya Plato yang terkenal adalah Apologia, Politeia, Sophistes, Timaios, dan Nomoi. Dalam penulisan karyanya, Plato menggunakan gaya sastra dan berbentuk dialog, gaya ini kemudian diikuti oleh filsu-filsuf berikutnya.

Plato memiliki konsep bahwa disamping hal yang dapat berubah dan binasa, terdapat hal yang tetad dan tidak berubah atau kekal. Hal yang kekal ini disebut dengan Idea. Idea adalah gagasan yang bersifat objektif, berdiri sendiri, lepas dari subjek yang berfikir.

Plato juga memiliki konsep bahwa jiwa berasal dari dunia Idea, sehingga jiwa bersifat kekal. Plato percaya bahwa jiwa terperangkap dalam tubuh, untuk dapat bebas jiwa harus berusaha sekeras mungkin untuk mendekati Idea.

Plato juga mengajarkan hal tentang negara. Menurutnya, fungsi dari negara adalah memelihara keselamatan rakyat, bukan penguasa. Negara ideal adalah negara yang memiliki tiga golongan, yaitu: para bijak, pembantu, dan rakyat biasa. Pejabat adalah orang yang harus mendapat pendidikan yang cukup.

Aristoteles(348-322 SM) lahir di Stagira, Yunani Utara. Pada umur 18 tahun dia dikirim ke Athena untuk belajar kepada Plato. Aristoteles belajar di Akademia selama 20 tahun. Tahapan iseng masukin disini aah kali ada yang iseng copas  pemikirannya adalah, mengikuti ajaran Plato, mengkritik ajaran Plato, dan meninggalkan spekulasi menuju pemikiran empiris dan penentuan kebenaran.

Karyanya sangat banyak, meliputi bahasan: logika, filsafat, psikologi, biologi, metafisika, etika, ekonomi, politik, retorika dan poetika. Karya-karya Aristoteles tetap monumental sampai sekarang, dan menjadi landasan berbagai ilmu yang ada di dunia modern

Aristoteles membagi ilmu menjadi tiga golongan, ilmu praktis, ilmu teoritis, dan ilmu produktif. Menurutnya logika adalah alat untuk membedah ilmu-ilmu tersebut. Aristoteles memperkenalkan Deduksi dan Silogisme.

Aristoteles mengeritik Plato tentang dua dunia, nyata dan abstrak. Kata kopas Aristoteles, dunia ini pasti satu yakni yang kita tinggali dan kita alami. Menurutnya konsep  Idea Plato adalah omong kosong.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Filsafat Islam

Kebudayaan Islam telah berlangsung selama 15 abad. Dalam perjalanan tersebut terdapat 5 abad perjalanan yang menakjubkan dalam kegiatan pemikiran filsafat. Hal itu muncul antara abad ke-7 hingga abad ke-12. Pada masa itu, para pemikir Islam merenungkan ini dari blog dhalionmarhanbais.wordpress(dot)ccomm, kalo tulisan ini ada berarti ada yang copas kedudukan manusia di dalam hubungannya dengan sesama, dengan alam, dan dengan tuhan menggunakan akal pikirannya.

Dasar dari pemikiran filsafat Islam mengambil dari ajaran-ajaran yang datang dari Yunani, seperti ajaran Plato, Aristoteles, dan Plotinus. Nuansa filsafat mereka berakar dari tradisi filsafat Yunani yang dimodifikasi dan disesuaikan dengan nilai-nilai Islam.

Dalam kegiatan pemikiran filsafat tersebut, terdapat dua macam pemikiran.

  1. Para ahli Islam berusaha menyusun sebuah sistem yang disesuaikan dengan ajaran Islam.
  2. Para ulama menggunakan metode rasional dalam menyelesaikan soal-soal ketauhidan.

Para ahli pikir islam dan para ulama tersebut menggunakan instrumen atau alat filsafat untuk membela atau membetengi tauhidnya. Dari sekian banyak ulama Islam, ada yang berkeberatan terhadap pemikiran filsafat islam, tetapi ada juga yang menyetujuinya.

Ulama yang berkeberatan terhadap pemikiran filsafat berpendapat bahwa “adanya pemikiran filsafat dianggap sebagai bid’ ah dan menyesatkan. Alquran tidak untuk  diperdebatkan, dipikirkan, dan diwakilkan menurut akal pikiran manusia, tetapi Alquran untuk diamalkan sehingga dapat dijadikan tuntunan hidup di dunia dan di akhirat.

Pembagian aliran filsafat islam berdasarkan hubungan dengan sistem pemikiran yunani, sebagai. Periode Mu’tazilah (abad ke-8 sampai ke-12). Periode filsafat pertama (abad ke-8 sampai ke-11), pada masa ini ada dua orang yang menerjemahkan seluruh karya Plato  dan Aristoteles, mereka adalah Al-Kindi (800-870) dan Ibnu Sina (980-1037). Periode Kalam Asy’ari (abad ke-9 sampai ke-11), Al-Asy’ari (873-935) membuat sintesis teologis dengan memilih atomisme Democritos. Periode Filsafat kedua (abad ke-11 sampai ke-12), pada masa ini terjadi perang Salib dimana banyak kaum muslim dibunuh dan buku-buku ilmu pengetahuan dibakar. Dalam waktu dua abad, lahir beberapa ahli pikir islam yaitu Ibnu Masarrah (883-931), Ibnu Tufail (1110-1185), Ibnu Bajah (1100-1138), dan Ibnu Rusyd (1126-1198)

Dalam periode Mutakallimin (700-900), muncul mazhab-mazhab al-Khawaril, Murji’ah, Qadariyyah, Jabariyyah, Mu’tazilah, Ahli Sunnah wal-Jama’ah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Filsafat Modern

Secara historis, zaman modern dimulai sejak adanya krisis zaman pertengahan selama dua abad (abad ke-14 dan ke-15), yang ditandai dengan munculnya gerakan Renaissance. Tujuan utamanya adalah untuk merealisasikan kesempurnaan ini dari blog dhalionmarhanbais.wordpress.com, kalo tulisan ini ada berarti ada yang copas pandangan hidup Kristiani dengan mengaitkan filsafat yunani dengan ajaran agama Kristen. Selipin di sini sedikit ah, hahaha kali dibaca gitu kan.

Dalam masa filsafat modern yang kemudian dilanjutkan dengan masa filsafat abad ke-20, muncul berbagai aliran pemikiran, yaitu Rasionalisme, Empirisme, Kritisisme, Idealisme, Positivisme, Materialisme, Neo-Kantianisme, Pragmatisme, Filsafat hidup, Fenomologi, dan Eksistensialisme.

Rasionalisme merupakan faham atau aliran atau ajaran yang berdasarkan ratio, ide-ide yang masuk akal.Selain itu, tidak ada sumber kebenaran yang hakiki. Rasionalisme dipelopori oleh Rene Descartes (1596-1650) yang disebut sebagai bapak filsafat modern. Ia berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang dapat dipercaya adalah akal. Hanya pengetahuan yang diperoleh lewat akallah yang memenuhi syarat yang dituntut oleh semua ilmu pengetahuan ilmiah.

Empirisme berasal dari kata Yunani yaitu “empiris” yang berarti pengalaman inderawi. Oleh karena itu empirisme dikaitkan kepada faham yang memilih pengalaman sebagai sumber utama pengenalanan dan yang dimaksudkan dengannya adalah baik pengalaman lahiriah yang menyangkut dunia maupun pengalaman batiniah yang menyangkut pribadi manusia. Pada dasarnya Empirisme sangat bertentangan dengan Rasionalisme. Rasionalisme mengatakan bahwa pengenalan yang sejati berasal dari ratio, sehingga pengenalan inderawi merupakan suatu bentuk pengenalan yang kabur. ini dari blog dhalionmarhanbais.wordpress.com, kalo tulisan ini ada berarti ada yang copas sebaliknya Empirisme berpendapat bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman sehingga pengenalan inderawi merupakan pengenalan yang paling jelas dan sempurna.

Tokohnya-tokoh dalam Empirisme adalah Thomas Hobbes (1588-1679), John Locke (1632-1704), dan David Hume (1711-1776).

Kritisisme muncul pada abad ke -18, suatu zaman baru dimana seorang ahli pikir yang cerdas mencoba menyelesaikan pertentangan antara rasionalisme dengan empirisme. Zaman baru ini disebut zaman Aufklarung atau pencerahan. Masalah yang terdapat pada zaman ini adalah siapakah yang sebenarnya dikatakan sebagai sumber pengetahuan, apakah yang benar itu rasio atau empiri? Iseng aah bikin disini lagii.

Immanuel kant (1724-1804), seorang ahli pikir jerman, mencoba menyelesaikan persolaan diatas. Kant mengakui peranan akal dan keharusan empiri, walaupun semua pengetahuan bersumber dari akal, tetapi adanya pengetian muncul dari benda.

Idealisme adalah suatu ajaran atau faham atau aliran yang menganggap bahwa realitas ini terdiri dari roh-roh atau jiwa. Ide-ide dan pikiran atau yang sejenis dengan itu. Pelopor dari Idealisme adalah J. G. Fichte (1762-1814), F. W. J. Scheling (1775-1854), G. W. F. Hegel (1770-1831), dan Schopenhauer (1788-1860).

Positivisme lahir pada abad ke-19. Pemikirannya, apa yang telah diketahui adalah yang faktual dan yang positif, sehingga metafisika ditolaknya. Maksud dari positif adalah segala gejala dan gejala yang tampak seperti adanya, sebatas pengalaman-pengalaman objektif. Beberapa tokohnya adalah August Comte (1789-1857), John S. Mill (1806-1873), dan Herbert Spencer (1820-1903).

Evolusionisme pelopori oleh seorang zoologi yang mempunyai pengaruh sampai saat ini, yaitu Charles Robert Darwin (1809-1882). Ia mendominasi pemikiran filsafat abad ke-19. Dalam pemikirannya ia mengajukan konsepnya tentang perkembangan tentang segala sesuatu termasuk manusia yang diatur oleh hukum-hukum mekanik, yaitu survival of the fittest dan stuggle for life.

Materialisme merupakan paham atau aliran yang menganggap bahwa dunia ini tidak ada selain materi atau alam dan dunia fisik adalah satu. Tokoh-tokohnya adalah Julien de Lamettrie (1709-1751), Ludwig Feueurbach (1804-1872), dan Karl Marx (1818-1883).

Neo-Kantianisme adalah sebuah gerakan yang diadakan oleh para murid Immanuel Kant. Banyak para filosof Jerman yang tidak puas dengan Materialisme, Positivisme, dan Idealisme. Mereka ingin kembali ke filsafat kritis yang bebas dari spekulasi idealisme dan bebas dari dogmatis Positivisme dan Materialisme. Tokoh-tokohnya antara lain Wilhelm Windelband (1848-1915), Herman Cohen (1842-1918), Paul Natrop (1854-1924), dan Heinrich Reickhart (1863-1939).

Pragmatisme berasal dari akta pragma yang memiliki arti guna. Pragmatisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa yang benar adalah apa saja yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan akibat-akibat yang bermanfaat secara praktis. Tokohnya adalah William James (1842-1910), memperkenalkan ide-idenya tentang pragmatisme kepada dunia.

Aliran Filsafat Hidup lahir akibat dari reaksi dengan adanya kemajuan imu pengetahuan dan tekonologi yang menyebabkan industrialisasi semakin pesat. Hal ini mempengaruhi pola pemikiran manusia. Peranan akal pikir hanya digunakan untuk menganalisis sampai menyusun sintesis baru. Tokohnya adalah Henry Bergson (1859-1941) dan John Dewey (1859-1952). ini dari blog dhalionmarhanbais.wordpress.com, kalo tulisan ini ada berarti ada yang copas.

Fenomologi berasal dari kata fenomen yang berarti gejala, yaitu suatu hal yang tidak nyata dan semua. Kebalikannya kenyataan juga dapat diartikan sebagai ungkapan kejadian yang dapat diamati lewat indra. Tokohnya adalah Edmun Husserl (1839-1939) dan pengikutnya, Max Scheler (1874-1928).

 

 

 

Filsafat Eksistensialisme

Kata Eksistensialisme berasal dari kata eks = ke luar, dan sistensi atau sisto = berdiri, menempatkan. Secara umum berarti manusia dalam keberadannya sadar bahwa dirinya ada dan segala sesuatu keberadannya ditentukan oleh akunya. Eksistensialisme merupaka aliran filsafat yang memandang berbagai gejala dengan berdasar kepada eksistensinya. Artinya bagaimana manusia berada (bereksistensi) dalam dunia.

Pelopornya adalah Soren Kierkegaard (1813-1855), Martin Heidegger, J. P. Sartre, Karl Jaspers, dan Gabriel Marcel. Pemikiran Soren mengemukakan bahwa kebenaran itu tidak berada pada suatu sistem yang umum tapi berada dalam eksistensi yang individu, yang kongkret. Karena eksistensi manusia penuh dengan dosa, hanya iman kepada Kristus kalau tulisan ini ada berarti kopas sajalah yang dapat mengatasi perasaan bersalah karena dosa.

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Achmadi, Asmoro.2008.Filsafat Umum.Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

 

Referensi

http://filsafat.kompasiana.com/2013/01/29/al-kindi-dan-rintisan-filsafat-islam-529521.html

SEKlLAS PANDANG TENTANG ALlRAN FILSAFAT MODERN, Dra.Erika Revida, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara

Bahan Ajar Kuliah Ke-1, Dian Wardiana Sjuchro

Bahan Ajar Kuliah Ke-5, Dian Wardiana Sjuchro

Bahan Ajar Kuliah Ke-6, Dian Wardiana Sjuchro

Bahan Ajar Kuliah Ke-7, Dian Wardiana Sjuchro


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: