Posted by: Holdani R. | January 27, 2011

Cerita sampingan Resident Evil Outbreak

Yak, ini adalah cerita pertama saya tentang zombie dalam bahasa indonesia. Langsung saja, silahkan dibaca dan jangan lupa komentar nya:)

*#*#*#*#*#*#*#*#*#*

Kepalaku terasa berat. Penglihatanku buyar. Aku pusing. Sekelilingku terlihat kabur. Kulihat banyak orang seperti berlarian, kudengar mereka seperti berteriak. Aku tak dapat mendengar dengan jelas, tak dapat melihat dengan fokus. Yang kurasakan, tubuhku berada di tanah. Aku telentang di tanah. Pandanganku semakin tak jelas, kepalaku rasanya semakin berat. Kesadaranku hilang.

Aku merasakan hawa dingin menerpa tubuhku, memaksaku untuk bangun. Mataku perlahan kubuka, kepalaku yang tadi kurasa berat terasa ringan kembali. ‘Aku mabuk, ya mabuk’. Kusadari aku baru saja keluar dari sebuah bar dalam keadaan mabuk, ketika itu kulihat beberapa orang berlarian. Salah satunya menabrakku sehingga ku terjatuh, tersungkur ke tanah.

Ku coba berdiri, menyeimbangkan tubuhku. Kulihat keadaan sekelilingku, sangat sepi. Kafe, bar, dan restoran. Lampunya menyala, tapi tak ada seorang pun. Kulihat jam tangan ‘silver’ ku menunjukkan pukul 00.36. ‘Aneh’ pikirku. Ku putuskan untuk pulang, melewati beberapa blok lagi dari sini. ‘Ada yang aneh’ hanya itu yang ada dalam pikiran ku ketika kususuri jalan pulang. Banyak rumah rumah yang pintunya terbuka begitu saja.

‘ha. .rumah’ gumamku dalam hati ketika sampai di depan pintu rumah ku. Ku buka kunci pintu, dan segera kubuka pintu tersebut. Segera setelah kututup dan kukunci kembali pintu, ku bergegas menuju ke kamar. ‘Jane pasti akan marah’ pikirku, memikirkan istriku akan memarahiku karna pulang terlalu larut. Tiba tiba seseorang memukul ku dari belakang.
”apa ini!?” ku berteriak. segera kubalikkan tubuhku ingin melihat sosok orang yang memukul ku dengan tongkat baseball.
”Jane? Ada apa ini?”
”Steve?” Wanita dengan rambut coklat kehitaman itu bertanya kepadaku. Mata birunya menunjukkan rasa ketakutan yang hebat.
”Ya, Jane. .ada apa ini?”
Jane mendekatiku dan memelukku dengann kencang.
”Aku takut, Steve. . Aku takut” gumamnya.
”Ada apa. .?” kucoba tenangkan dirinya. ‘apa yang sebenarnya terjadi?’
”Mereka. .makhluk makhluk itu. .” Ia mulai berbicara.
”Mereka datang dan memakan orang orang”
‘Apa ini? Apa dia bermimpi? Apa yang terjadi?’
Tiba tiba terdengar jeritan wanita dari luar rumah. Jane memelukku ketakutan. ‘Apa itu?’
Kulangkahkan kaki ku menuju ke depan. Jane mengikutiku dari belakang sembari memegang tanganku. Kucoba mengintip dari jendela, kulihat lihat sekitar. Kulihat ada seorang wanita yang sedang dikerumuni orang orang.
”itu mereka. .” kata Jane menggenggam tanganku lebih erat.
Kufokuskan penglihatanku, dan kulihat mereka memakan wanita tersebut.
‘Ini gila’ pikirku.
Ku berjalan menuju ruang tengah.
”Apa yang akan kau lakukan Steve?”
Jane bertanya dengan muka penuh kebingungan dan ketakutan.

”Menelpon polisi, mereka harus lakukan sesuatu” jawabku sambil menekan tombol 911 pada telpon.
”Aku tak yakin mereka akan membantu” gumam Jane.
”huh. .apa?” aku tak mendengar jelas. Jane hanya diam.

Terdengar nada sambung dari telpon. Aku menunggu sambil mengintip ke arah jendela.
”Halo. .ada yang bisa kami bantu?” suara operator wanita terdengar dari seberang telepon.
”oh, halo. .kami butuh polisi disini. .ada sekolompok orang yang menyerang wanita dan memakannya. .”
”memakannya. .?. .maaf dimana lokasi anda?” Dia terdengar tak percaya.
”Kota Racoon, Racoon Center 136568. .”
”oke, akan saya hubungkan dengan kepolisian setempat. .”
”baiklah. . ”
Ku tunggu sekitar 2 menit lalu terdengar nada sambung.
”Halo kepolisian Kota racoon. .ada yang bisa dibantu?” terdengar suara laki laki.
”kami butuh bantuan disini. .ada beberapa orang yang menyerang seorang wanita dan memakannya. .terdengar aneh memang. .”
terdengar laki laki tersebut menghela nafas.
”dimana lokasi anda?”
”Racoon Center 136568”
”Hemm. .lokasi itu seharusnya sudah di evakuasikan. .maaf tuan anda harus segera keluar dari sana secepatnya. .”
Aku terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh polisi tersebut.
”sebenarnya apa yang terjadi?”
”maaf kami belum bisa menjelaskannya. . .jika anda ingin selamat dan aman. . Keluar lah dari area Racoon Center secepatnya dan segera menuju perbatasan keluar kota. .” polisi tersebut menegaskan dan segera menutup telponnya.

Aku hanya terdiam. Tak tahu apa yang harus kulakukan.
”Apa yang dikatakannya?” Jane bertanya mendekatiku.
”Mereka bilang kita harus segera perdi dari sini jika ingin selamat. .”
Jane terlihat terkejut.
‘apa yang terjadi? Kenapa wilayah ini di evakuasikan?’
”Apa pun yang terjadi . .sepertinya polisi itu benar. .kita harus pergi, Jane” Aku menjelaskan kepadanya.
Jane setuju dan naik ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya. Sedangkan aku menyiapkan ‘backpack’ku dan memasukkan barang barang yang bisa kubawa. Makanan kecil, minuman botol, dan kotak pertolongan pertama. Ku berjalan ke arah lemari, membuka laci. Kuambil ‘colt .45’ ku dan menyelipkannya dibalik jas yang kupakai.
”Steve. . ” Jane memanggilku dari ruang tengah.
”Kau sudah siap?” tanyaku.
”Ya. . Ayo pergi. .”
Sebelum keluar, aku mengintip melalui jendela memastikan keadaan aman. ‘Sudah tidak ada orang orang itu. . .dan bahkan. . .wanita itu menghilang. . .’

Kami keluar dari rumah dan mengunci pintu. Kulihat Jane membawa tas kecil dan tongkat baseball besi yang ia gunakan untuk memukul ku tadi. Kami susuri jalan Racoon Center keluar menuju perbatasan kota. Entah mengapa kesunyian membuat kami semakin takut.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: