Posted by: Holdani R. | January 29, 2011

Cerita sampingan Resident Evil outbreak part 2

”Aku takut, Steve. . ” gumam Jane.
Ku berbalik dan menatap Jane. ”Tenang Jane. .”
”Steve! Di belakang mu!” Wajah Jane seketika berubah sembari menunjuk sesuatu di belakang ku.
Ku berbalik dan melihat seorang laki laki berlumuran darah, terluka oleh beberapa gigitan ditubuhnya. Kulit pucatnya menambah seram orang itu. Dia berjalan kearahku perlahan seperti orang mabuk.
”Ini, Steve!” Jane menggenggam tangan ku dan memberikan tongkat baseballnya.
Segera ku pukul orang itu dengan kencang. Pukulanku mengenai bahunya. Ia pun jatuh tersungkur.
”Steve. . ” jane berbisik.
Orang tersebut bangun kembali dengan susah payah. Aku yang terkejut segera memukulnya lagi berulang ulang. Ia kembali jatuh.
Seketika kuberpikir ‘dia sudah mati’.
Tapi pikiran itu lenyap ketika dia bergerak mencoba bangkit sembari berjalan kearahku.
”Steve! Awas!”
Segera ku menjauh dari makhluk mengerikan itu. Otakku panik. ‘Apa yang harus kulakukan? Dia tetap bangkit seperti Zombie’.

‘Tunggu! Zombie? Tentu saja’. Segera kudekati makhluk itu dan mengambil ancang ancang untuk memukulnya.
”Steve hati hati!”
Pukulan ku mengenai kepalanya, tepat ditengahnya. Kupukul berkali kali sampai darah keluar dari kepalanya. ‘apa sudah cukup?’.
Benar saja dia tidak bangkit kembali. Aku menghela nafas lega.
”Steve. .mereka seperti. .zombie di film film itu. .” ucap Jane.
”Ya. .dan sepertinya menghancurkan kepalanya adalah jalan terbaik” jawab ku sembari menarik tangan Jane jalan meninggalkan wilayah ini.

Sekitar 20 menit perjalanan kami sampai di batas akhir Racoon Center. Awalnya kami agak senang, namun ketika kami melihat beberapa makhluk yang kami sebut dengan ‘zombie’ itu berkeliaran, kami pun kembali tegang.

Makhluk makhluk itu melihat kami dan mengejar kami. Mereka memang pelan, tapi jika jumlahnya banyak sangat berbahaya. Kami tak berhenti berlari. Lebih tepatnya tak bisa berhenti.
”Tunggu sebentar Steve. . Aku lelah. . ” ucap Jane sambil ter engah engah kecapaian.
Kulihat ada 3 zombie yang mendekat kearah kami.
”Ayo Jane!” kataku sedikit memaksa.
Nafas Jane tidak teratur, aku bisa merasakan kepanikkannya. Saat itu juga 3 zombie itu sudah sangat dekat dengan kami. Kusiapkan tongkat baseball ku, mengambil ancang ancang untuk memukul mundur mereka.


Responses

  1. Update-an selanjutnya part 3, ditunggu saja ya. Jangan lupa komentar nya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: