Posted by: Holdani R. | February 2, 2011

Sajak Sebuah Sendok

Bagai sendok dan garpu,
Selalu bersama,
Menikmati lezat, manis, pahit, asam, asin hidup ini,
Selalu bersama,
Saling membantu,
Aku sendok, kau garpu,
Telah kita habiskan waktu,
Bersama menikmati hidup,
Tapi kini, sudah berubah
Kau menikmati hidup dengan pisau,
Pisau dan garpu,
Dengan gaya yang elegan dan menawan,
Meninggalkan sendok, menyuap nasi,
Meninggalkan sendok, sendiri menyantap hidup.


Responses

  1. ah gw jadi inget sahabat2 gw. Dulu kita memanggil sendok, gelambir dan gayung. ahhh betapa indah yah saat2 bersama sahabat. *galau, ambil tisu*.

  2. yah, begitulah haha


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: