Posted by: Holdani R. | February 15, 2011

Brother’s Keeper

Kubuka mataku yang telah terlelap dalam mimpi. Kulihat mentari memancarkan sinarnya, menghangatkan tubuh ku.

Suasana di sekitarku hening. Tentu saja, aku bahkan aku tak tahu dimana aku sekarang. Aku hanya berjalan tak tentu arah. Setelah kejadian itu, kejadian yang membuatku dikutuk oleh tuhan, kejadian yang aku sesalkan, aku mengembara sendirian. Menempuh jalan jauh tanpa tau apa yang kutuju.

Mungkin sekarang saudaraku sudah di sana, di tempat para malaikat, melihatku.

Ah, ya, aku lupa memperkenalkan diri. Namaku adalah Cain, dan kalian pasti mengenal saudaraku, Abel.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: