Posted by: Holdani R. | March 20, 2012

Brother’s Keeper 3 – The Holy Spear

Aku berlari sekencang mungkin, membawa serta
tongkatku yang tak pernah kutinggalkan. Baru
beberapa jarak yang kutempuh dari pohon itu,
setan setan itu sudah berada di dekat pohon itu.
Nafasku sudah hampir habis, aku mengeluh, baru
sebentar aku beristirahat, sekarang harus lari. Aku
merasakan kehadiran mereka di belakang ku, ku
balikkan badan ku ke belakang menghadapi
mereka. Ku siapkan tongkat ku untuk menyerang
mereka.
Setan setan itu mulai membentukkan diri mereka
menjadi manusia asap hitam dengan mata yang
mengerikan, kuku kuku tangannya terlihat siap
menyerangku. Mereka terbang menerjang ke
arahku dengan cepat. Kusiapkan diriku.
‘Tuhan, aku tahu kau benci padaku, tapi sekarang
bantulah aku melawan mereka’
Beberapa cakaran sudah menyayat kulitku. Sekitar
lima setan mengerubungiku, aku hanya bisa
mengayunkan tongkatku ke segala arah. Beberapa
pukulanku mengenai setan setan itu, tapi tetap
saja mereka tidak berkutik dan tetap menyerangku.
‘Mereka lebih kuat dari biasanya’.
Biasanya, beberapa pukulan mereka langsung
menjauh dan pergi. Tapi sekarang mereka lebih
kuat. Asap asap yang mereka buat juga terasa
lebih pekat dan menyengat, membuatku sulit
untuk bernafas. Kurasa banyak sudah luka luka
yang mereka buat, aku berusaha tidak merasakan
sakitnya, dan fokus untuk menyerang mereka, tapi
tubuhku sepertinya sudah tidak kuat, mereka
terlalu kuat, keseimbangan ku hilang dan aku
terjatuh. Setan setan itu berhenti menyerang dan
tertawa. Suara tawa mereka membuatku ingin
muntah. Lalu, mereka mengambil ancang ancang
untuk memberikan serangan terakhir padaku.
Saat kuku kuku tajam mereka menerjang ke arah
tubuhku, aku hanya bisa pasrah.
‘tuhan, mungkin ini yang kau inginkan? Ikut
bersama saudaraku?’
Ku pejamkan mataku, bersiap menahan sakit yang
akan kurasakan.
*
*
*
*
‘Apa aku sudah mati?’
Kubuka mataku.
‘Dimana setan setan itu?’
Aku lihat sekeliling ku,
Setan setan itu terkapar ditanah, mati.
Lalu, mataku tertuju pada seorang pria di dekat
salah satu setan itu. Dia mengenakan kain putih
bercahaya. Terlihat sayap putih tersibak dari
punggungnya. Dia terbang dengan membawa
sebuah tombak. Dia adalah malaikat.
Aku pun berdiri dengan susah payah, dibantu
tongkatku yang sepertinya retak hampir patah.
Kuseimbangkan tubuhku setelah berdiri. Malaikat
itu melihat kearahku, wajahnya tak terlihat jelas
karna cahaya dari tubuhnya menyilaukan mata.
”Kau malaikat?” kucoba untuk bertanya,
meyakinkan diri.
”. . . .Ya. . . .” dia menjawab.
”Tuhan mengutus mu untuk menyelamatkanku?”
”Ya. . . .Tuhan mendengar do’a mu. . .”
”Jadi. .Dia mendengarku? Kupikir Dia akan
membiarkanku dibawa setan setan itu ke
neraka. .”
”. . . .Berterima kasihlah. . .Dia juga memberi mu
ini. . .” Malaikat itu memberikan tombaknya
kepadaku. Tombak itu terasa hangat, juga
menyejukkan.
”Bagus. . .untuk pengganti tongkatku” komentar
ku.
”Itu adalah Tombak Suci. . .setan akan mati
dengan itu” Malaikat itu menjelaskan.
”Baiklah, sampaikan terima kasihku pada-Nya”
”. . . .baiklah. . .” Malaikat itu pun mengeluarkan
cahaya yang lebih banyak dari tubuhnya sampai
akhirnya dia menghilang.
”Tombak Suci. . .Abel. . .kau dengar itu?. . .”.
———————————————

*Author*
Hahaha, cerita ini adalh cerita buatan saya yang saya post di Kemudian.com
Saya hanya memindahkannya kesini karena mungkin ada yang mau baca.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: